TERAPI, PAUD, SD, SMP, SMK CAHAYA INDAH INKLUSIF

Sekolah Piloting Pendidikan Inklusi Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2016.

Faslitas Kelas Yang Aman dan Nyaman

Mengkondisikan suasana belajar yang nyaman, aman serta terkonsentrasi dan fokus.

Lomba Mewarnai PAUD

Melatih kepercayaan diri siswa dalam sebuah kompetisi lomba mewarnai

Kegiatan Ekskul Menari

Melatih emosi dan konsentrasi melalui irama dan gerak tubuh

Kegiatan "Praktek Membuat Telur Asin

Mengenalkan bagaimana proses cara membuat telur asin.

Senin, 02 April 2018

Ulasan Tentang Sekolah Cahaya Indah Inklusif di Koran Radar Kediri

Liputan media cetak tentang Cahaya Indah Inklusif
Assalamualaikum... Selamat pagi dan berbahagia untuk kita semua. Alhamdulillah beberapa minggu kemaren Kami (Cahaya Indah Inklusif) diulas di media cetak Radar Kediri tepatnya pada Senin, 26 Maret 2018. Semoga ini menjadi awal baik bagi kita semua khususnya Cahaya Indah Inklusif untuk senantiasa turut ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa bagi seluruh kalangan dan lapisan masyarakat

"Pakar Terapi ABK Terbaik  Se-Indonesia" begitulah judul artikel ulasan pada koran Radar Kediri tersebut. Kami akan selalu berkomitmen untuk selalu menjadi lebih baik, tidak ada kata berhenti untuk berubah dan berkembangan menjadi yang lebih baik.

Mungkin sebuah kebanggaan yang luar biasa karena banyak wali murid yang mempercayakan pendidikan anaknya kepada sekolah kami. Dan tidak sedikit bahkan banyak yang berhasil setelah melalui banyak proses belajar di Cahaya Indah Inklusif. 

Sekali lagi kami berterima kasih banyak atas semua kepercayaan dan dukungan dari semua pihak. Karena tanpa semua itu kami tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini. Terus berjuang demi kemajuan pendidikan Indonesia. Amin

Minggu, 25 Maret 2018

Event Coloring Competition Parent & Kids di Cahaya Indah Inklusif

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah telah lancar acara lomba mewarnai oleh anak dan orang tua yang kami selerenggarakan pada hari sabtu tanggal 10 Maret 2018 kemarin. Berkat partisipasi semua pihak mulai dari panitia penyelengga, siswa dan orang tua acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Dan selamat bagi peserta yang menang dan juara, terus tingkatkan prestasimu ! semangaatttt






Selasa, 13 Maret 2018

Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah sebagai pengganti istilah lama anak cacat atau penyandang cacat. Sebenarnya istilah Anak Berkebutuhan Khusus adalah untuk menunjuk mereka yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial. Pemerintah memahami pada kondisi yang memiliki kekurangan dan kelebihan kemampuan khususnya dalam bidang pendidikan. Itulah Anak Berkebutuhan Khusus.

Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan.

CAHAYA INDAH INKLUSIF memberikan solusi pendidikan bagi semua anak yang berkebutuhan khusus di Indonesia, karena memang hak mendapatkan pendidikan layak adalah hak asasi setiap anak bangsa Indonesia. Kami membuka Sekolah Terapi di Surabaya bagi anak yang mempunyai gangguan bicara (Sekolah Terapis Wicara), gangguan Konsentrasi,Kesulitan Belajar, dan Masalah perilaku dan emosi.

Anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. Agar anak berkebutuhan khusus mendapat pengajaran yang benar maka perlu diperhatikan jenis-jenis berkebutuhan khusus (ABK).

Tunanetra, anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Tunarungu, anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Tunalaras, anak yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dan bertingkah laku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan kelompok usia maupun masyarakat pada umumnya, sehingga merugikan dirinya maupun orang lain.

Tunadaksa, anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak (tulang, sendi, otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Tunagrahita, anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata (IQ dibawah 70) sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus. Hambatan ini terjadi sebelum umur 18 tahun.

Cerebral palsy, gangguan /hambatan karena kerusakan otak (brain injury) sehingga mempengaruhi pengendalian fungsi motorik. Gifted, anak yang memiliki potensi kecerdasan (intelegensi), kreativitas, dan tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anak seusianya (anak normal). Autistis atau autisme, gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf pusat yang mengakibatkan gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

Asperger Disorder atau AD, gangguan pada anak Asperger lebih ringan dibandingkan anak autisme dan sering disebut dengan istilah High-fuctioning autism. Rett’s Disorde, jenis gangguan perkembangan yang masuk kategori ASD. Aspek perkembangan pada anak Rett’s Disorder mengalami kemuduran sejak menginjak usia 18 bulan yang ditandai hilangnya kemampuan bahasa bicara secara tiba-tiba. Koordinasi motorinya semakin memburuk dan dibarengi dengan kemunduran dalam kemampuan sosialnya. Rett’s Disorder hampir keseluruhan penderitanya adalah perempuan.

Attention deficit disorder with hyperactive atau ADHD, bisa juga disebut anak hiperaktif, oleh karena mereka selalu bergerak dari satu tempat ketempat yang lain. Tidak dapat duduk diam di satu tempat selama ± 5-10 menit untuk melakukan suatu kegiatan yang diberikan kepadanya. Rentang konsentrasinya sangat pendek, mudah bingung dan pikirannya selalu kacau, sering mengabaikan perintah atau arahan, sering tidak berhasil dalam menyelesaikan tugas-tugas di sekolah. Sering mengalami kesulitan mengeja atau menirukan ejaan huruf.

Lamban belajar atau slow learner, anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespons rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tunagrahita.

Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik,  anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik khusus (terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau matematika).

Nah, dari jenis-jenis anak berkebutuhan khusus tersebut kita dapat mengetahui kendala dan kekurangan mereka. Sebagai orang awam pun kita dapat memahami dan mengerti apa yang menjadi kendala dari mereka.

Jika dikaji bentuk perhatian pemerintah, pemerintah peduli dengan anak berkebutuhan khusus ini dengan bukti di tiap daerah mulai didirikan Sekolah Luar Biasa (SLB). Tak tanggung-tanggung, universitas-universitas memiliki jurusan untuk menjadi guru SLB. Inilah bukti pemerintah telah peduli kepada semua masyarakat, terkhusus anak-anak, karena anak-anak merupakan harapan bangsa.

Namun, upaya pemerintah tidak akan berhasil jika para orangtua tidak memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah. Adalah hak dan kewajiban setiap warga negara menempuh pendidikan, tidak terkecuali bagi mereka anak-anak berkebutuhan khusus.

Jika anak-anak berkebutuhan khusus sudah di didik dari tingkat sekolah sejajar dengan teman mereka lainnya, maka mereka akan mengerti dan memahami pembelajaran seperti yang lainnya, walaupun tentu dengan kadar yang berbeda. Hendaknya para orangtua mulai memperhatikan betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak baik yang normal maupun anak dengan kebutuhan khusus.

Apa itu Autisme: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Pengertian dan Tinjauan

Autisme adalah istilah umum yang meliputi gangguan mental yang ditandai dengan lam batnya perkembangan mental. Autisme juga merupakan suatu gangguan yang hadir dalam pelbagai tingkatan usia pada anak-anak. Anak-anak dengan autisme memiliki tantangan dalam mempelajari keterampilan dasar seperti berjalan atau makan serta keterampilan bersosialisasi atau berhubungan bahkan dengan keluarga mereka sendiri.

Selama lebih dari empat dekade, jumlah kasus autisme telah meningkat sekitar 10 kali lipat. Meski jumlah tersebut menimbulkan kekhawatiran, tetapi kepedulian yang juga tumbuh di masyarakat juga dapat membantu dilakukannya diagnosis yang lebih awal dan lebih akurat.

Rumitnya autisme dan kurangnya alat diagnosis yang nyata menjadi sebagian masalah yang harus dihadapi oleh para orang tua, pakar kesehatan, dan dokter.

Penyebab

Penyebab yang pasti dari autisme belum ditemukan. Meskipun demikian, para ahli sudah menemukan hubungan antara autisme dan beberapa faktor termasuk keturunan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap keluarga dengan kasus autisme, jika salah satu dari kembar identik terserang gangguan ini, kemungkinan saudara kembarnya akan terkena juga adalah sampai dengan 90%. Sementara itu, jika salah satu anak terdiagnosis menderita autisme, anak yang kedua akan berpeluang 5% untuk terkena gangguan ini juga.

Bagaimanapun juga, faktor keturunan merupakan hal yang rumit, seperti halnya penyakit itu sendiri. Dalam salah satu penelitian terbaru, ditemukan lebih dari 95 gen yang menjadi penyebab autisme. Namun, gen juga bersifat sangat dinamis. Seperti halnya DNA dan gen yang diturunkan dari generasi ke generasi, keduanya cenderung membawa ciri baru atau gabungan, sehingga bermutasi.

Sementara itu, beberapa penasehat dan pakar kesehatan menyebutkan bahwa faktor lingkungan seperti paparan polusi dan pestisida pada para calon ibu atau beberapa jenis obat memiliki kemungkinan besar untuk menyebabkan pada autisme.

Apakah vaksinasi menjadi penyebab atau hanya memperburuk autisme masih menjadi perdebatan di antara banyak orang. Sejauh ini, belum ada penelitian yang telah menetapkan secara jelas hubungan antara vaksinasi dan autisme.

Gejala-gejala Autisme

Tanda-tanda dan gejala-gejala autisme dapat berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain, tetapi tanda dan gejala tersebut biasanya mulai muncul pada usia sekitar sembilan hingga 12 bulan. Anak-anak dengan autisme biasanya akan menunjukkan:


  • Kurang ekspresi wajah (mereka tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun)
  • Kurang fokus (mereka tidak dapat menatap mata anda secara langsung)
  • Kurang mampu berinteraksi (mereka tidak bereaksi terhadap mainan dan rangsangan lain yang bagi anak lain menarik)
  • Ketidakmampuan untuk bicara (anak dengan autisme berjuang untuk belajar berbicara bahkan untuk mengungkapkan beberapa kata saja)
  • Lekas marah atau suasana hatinya sering berubah (moody)
  • Kesulitan dalam menerapkan keterampilan dasar termasuk berjalan dan makan
  • Berjuang untuk berinteraksi dengan orang lain, khususnya dengan anak-anak.
  • Kesulitan dalam mempelajari sesuatu, khususnya saatmereka mulai bersekolah.
  • Kekaguman yang berlebih atau obsesi terhadap sesuatu.
  • Gerakan dan/atau kata yang berulang
  • Ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, orang, dan rutinitas yang baru secara mudah.

Meskipun kebanyakan anak-anak dengan autisme menunjukkan keterlambatan dalam mempelajari pelbagai keterampilan, beberapa memiliki talenta yang menakjubkan. Anak-anak seperti ini disebut para genius. Mereka sangat unggul dalam hal yang mereka lakukan, entah dalam musik, sains atau akademik (seperti matematika). Pada kenyataannya, mereka jauh lebih baik daripada mereka yang tidak menderita autisme dan keahlian mereka terlihat seperti kemampuan bawaan atau dipelajari dalam cara yang tidak umum.

Diagnosis dan Perawatan

Tidak seperti kebanyakan penyakit lainnya, para dokter tidak bisa mendiagnosis autisme melalui tes darah atau MRI. Oleh sebab itu, anak-anak kerap kali diarahkan untuk menjalani pelbagai tes termasuk pemeriksaan (check up) menyeluruh dan pemeriksaan perkembangan tingkah laku dan mental mereka saat mereka bertumbuh.

Kesulitan diagnosis mungkin menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak baru diperiksa saat mereka dianggap sudah cukup umur. Hal tersebut menjadi masalah karena cara terbaik untuk menangani autisme adalah dengan melakukan intervensi sejak dini.

Meskipun demikian, para pakar kesehatan mendorong orang tua untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam pengujian perkembangan pada usia yang berbeda-beda. Biasanya, pengujian dapat dimulai sejak usia sembilan bulan. Dokter akan merekomendasikan lebih banyak tes pada waktu-waktu selanjutnya jika terdapat masalah-masalah perkembangan dan fisiologi (misalnya anak mengalami kekurangan berat badan jika dibandingkan dengan usia mereka) atau jika orang tua memiliki anak lain dengan autisme.

Meskipun beberapa orang tua telah menyatakan berhasil mengatasi autisme pada anak-anaknya, sesungguhnya belum ada obat untuk autisme. Terdapat berbagai macam perawatan yang dapat membantu para orang tua dan anak-anak untuk mengatasi gangguan ini secara lebih efektif. Perawatan-perawatan tersebut biasanya dilakukan oleh tim kesehatan profesional termasuk ahli saraf, ahli kesehatan jiwa, dokter umum, ahli gangguan wicara dan bahasa, serta terapis okupasional.

Banyak terapi yang dilakukan oleh para profesional dan pakar autisme berfokus pada perkembangan keterampilan dan modifikasi sikap. Contohnya adalah analisis penerapan sikap yang merupakan salah satu terapi yang memberi banyak penekanan pada peningkatan sikap-sikap positif dengan mengurangi sikap-sikap yang negatif. Saat mereka tumbuh, mereka diajari lebih banyak keterampilan sehingga mereka dapat hidup semandiri mungkin.